Sabtu, 20 Maret 2010

Matematika,Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Matematika (dari bahasa Yunani: μαθηματικά - mathēmatiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari berbagai pola,[2][3] merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang kaku dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian.[4]
Terdapat perselisihan tentang apakah objek-objek matematika seperti bilangan dan titik hadir secara alami, atau hanyalah buatan manusia. Seorang matematikawan Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai "ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting".[5] Di pihak lain, Albert Einstein menyatakan bahwa "sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan."[6]
Melalui penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika. Matematika praktis telah menjadi kegiatan manusia sejak adanya rekaman tertulis. Argumentasi kaku pertama muncul di dalam Matematika Yunani, terutama di dalam karya Euklides, Elemen. Matematika selalu berkembang, misalnya di Cina pada tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M, hingga zaman Renaisans, ketika temuan baru matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan matematika yang berlanjut hingga kini.[7]
Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan. Para matematikawan juga bergulat di dalam matematika murni, atau matematika untuk perkembangan matematika itu sendiri, tanpa adanya penerapan di dalam pikiran, meskipun penerapan praktis yang menjadi latar munculnya matematika murni ternyata seringkali ditemukan terkemudian.

Mungkin sedikit Cerita tentang matematika...
Mungkin bagi orang2 pada umumnya matematika adalah suatu momok yang sangat menakutkan..Bagi saya sendiri Matematika memang menakutkan,tetapi juga mengasyikan...
Dahulu saat saya duduk diSekolah dasar saya sangat malas untuk belajar/mengerjakan matematika...
Setelah masuk ke SMP saya pun masih muak dengan nama Matematika...Setelah saya sering mendapatkan nilai Jelek dalam pelajaran matematika(padahal yang lain nilai saya bagus) dan selalu mendapat sasaran guru2 untuk dimarahi karena saya memang tidak suka dengan matematika...Lalu setelah kelas 3 SMP pun saya menyadari bahwa saya sangat lemah dalam pelajaran itu,lalu saya berusaha keras memulai mencintai matematika...Dan hasilnya wonderfull...Nilai saya yg baru saja masuk kelas 3 SMP pun naik drastis menjadi peraih nilai tertinggi dikelas(Lumayan lah,dlunya gak bisa apa2 udh g remidi lagi...hehe)....Dan kecintaan saya tehadap matematika masih terasa hingga sekarang (dibangku kuliah)....Mungkin itu sedikit pengalaman saya yang bisa dipetik hikmahnya....
Tak Kenal maka tak sayang memang benar....
Bagi teman2 sekalian jangan takut mengenal sesuatu yang baru,dan jangan bersalah sangka...Karena sesungguhnya sesuatu yang kita fikir sangat tidak Sreg adalah dasar dari pemikiran atau sudut pandang sebelah tentang arti tersebut....
Cintailah sesuatu tersebut maka kamu akan berhasil....Good Luck

Tidak ada komentar: